perjalanan minimalisme : barang

how much u can carry?

pertanyaan pertama yang hinggap dalam pikiran saya, saya menikah delapan tahun yang lalu, dan setiap dua tahun kejadian seperti berulang, kami pindah! kadang pingin dekat kantor, kadang pingin dekat bandara, kadang pingin dekat bisnis baru dan kali ini pindah karena pengen dekat sekolah anak. sekitar 3 atau empat tahun yang lalu kami pernah berpikir settle dan kemudian dua tahun berikutnya ternyata harus pindah, waktu itu rumah dihiasi dengan barang-barang besar yang berat dan sekarang kami harus meninggalkan tetap di rumah itu dan beberapa kami bawa ke rumah kontrakan, rumah itu untungnya di pakai kakak sendiri, kalau tidak kami harus memikirkan dimana barang itu harus kami simpan untuk menikmati kebebasan berpindah-pindah.

 

dikontrakan yang sekarang saya benar-benar memilih yang saya masukan ke dalam rumah, sofa, alat masak yang benar-benar saya butuhkan, pakaian, mainan anak-anak, juga buku. dari semua barang itu yang belum pernah saya buang itu buku :( sayang gitu buku kan mahal dan kayakna bisa digunain lagi atau nunggu rattan dan michelle baca….jadinya sayaaaaanggg.. padahal saya terus beli. udah melow nya…lanjuuuutttt…!! ¬†barang rattan kaya mainan yang udah kliatan rusak dan gak dia banyak tengok saya buang, mainan yang dia gak mau beresin saya belaga buang, alat makan sekiranya saya memiliki 6 piring, plus dua khusus buat makan steak, gelas juga gitu, emang repot klo acara arisan pas kebagian saya, saya pesan nasi kotak atau lesehan ala liwetan ramean gitu.

 

Dengan dikitnya ruang otomatis saya jadi mikir ulang klo mau beli barang udah waduuuhhh taruh dimana yah..? hemat deyh kantong. kalau dulu saya gunain odol, shampo belum habis saya udah beli lagi, ini saya benar-benar nunggu barang itu habis baru saya beli. saya mereformasi isi tas make up, barang yang ada di dompet dan tas, barang yang benar-benar saya gunakan sering. kalau barang sedikit, kita jadi punya ruang yang luas buat anak main di rumah, rumah yang tidak menghabiskan waktu untuk dijaga atau dibersihkan atau dibereskan. dengan begitu bisa jadi anda tidak memerlukan si mbak yang suka pulang-pergi sesuka hati yihawwww!

 

Leave a reply

Comment