perjalanan minimalisme : pakaian

semenjak si mbak gak ada beberapa bulan yang lalu, saya mencuci dan melipat, menyetrika pakaian satu per satu, seringkali mencuci baru bisa dikerjakan di malam hari dan menyetrika di  weekend saja, atau jika waktu berlebih sambil temenin attan belajar di malam hari, saya mulai melipat pakaian. menyetrika dari semua pekerjaan rumah tangga adalah yang paling membosankan sampai saya harus pasang earphone dan menyalakan yutub motivational speaker supaya setrikaan selesai. :8 ngok! punggung pegal dan ngeri sedap klo michelle mulai dekat antara dia gak sadar setrikaan itu panas atau dia gak bermain semprotan pewangi pakaian.

perlahan saya sadar anak-anak itu bajunya mudah banget kotor dan berkeringat yang mau gak mau harus banyak ganti, meskipun begitu saya tetap melakukan declutter pada pakaian mereka, sehingga muat dilemari yang sudah kami sepakati ukurannya. setiap weekend saya pisahkan baju yang akan kami pakai bekerja dan sekolah untuk satu minggu ke depan itu saya setrika, untuk pakaian main harian, saya hanya melipatnya saja. jadi setiap pagi mereka tinggal ambil aja sesuai hari nya, untuk rattan saya sertakan juga gambar seragam sekolah perhari nya, tidak ada lagi  pertanyaan semacam “mommy kaos kaki dimana?” “mommy kaos dalamnya habis” “mommy celana dah ada belom” . jadi fokus pagi hanya mempersiapkan sarapan anak2.

nah untuk pakaian harian jika rattan mau ganti baju di siang hari, saya siapkan box dimana dia bisa mencari pakaian bermainnya. saya juga taruh beberapa pakaian dan pampers di trunky (semacam tas koper kecil berbentuk binatang yang bisa dipakai dorongan roda) supaya saya gak turun naik untuk ngambil baju mereka dilemari, cukup ngeliat stock di tas trunky itu. karena rumah dan lemari nya terbatas saya rapihkan pakai metodenya marie kondo yang terkenal itu, jadi bisa muat banyak dan mudah dicari, meski gak se rapih doi yang penting untuk saya dan rattan bisa mencari pakaian kami sendiri. gile yah marie kondo itu keren banget!!

satu lagi tentang pakaian dan lumayan penting, i choose classic style or casuak style karena pakaian dengan “style” itu yang mudah di pasang2kan dengan yang lain. saya hanya memiliki beberapa pakaian jenis gamis karena menurut saya, kalau saya sebagai muslim pakai rok, lebih banyak pilihan untuk ganti-ganti rok ini dangan atasan itu dan yang lainnya. untuk hijab saya banyak pilih hijab yang terdiri dari 2 atau 3 tone warna karena dengan begitu saya pakai satu hijab dengan pakaian yang bisa diambil dari beberapa warna tersebut. untuk hijab i do choose good quality of hijab, sometimes its a designer hijab, saya alihkan yang low quality karena dipakai nya gak lama, mudah lecek dan itu tuh keliatan.. low quality material di baju itu ngaruh banget terhadap ketahanan si baju dimasa-masa yang akan datang jadi baju yang bisa tetap bagus lima tahun ke depan, klo yang low quality 5 bulan dah lecek dll ganti lagi..beli lagi..plus.. fast fashion itu berkontribusi terhadap sampah. baju-baju yang gak digunain dan numpuk itu jadi pe er, buat kita yang ngurusnya dan buat pemerintah, lingkungan untuk menyerapnya. sekarang ini mending punya 5 pakaian bagus yang saya pakai setiap hari.. daripada seratus pakaian murah yang saya gunta-ganti setiap hari dan harus beli tiap 3 bulan atau dia menumpuk di lemari. jadi applikasi minimalisme dalam sehari-hari bukan berati termurah, terdiskon dan ter lainnya mostlly ke what is really-really what u love or what u need the most abis itu ya saya take responsible klo saya milih barang yang ini ya saya gak beli barang yang itu. saya juga gak beli macam harus designer bag walaupun gak kuku kakak designer items emang bagus quality nya :D. tapi banyak di Indonesia yang bahan dan kualitas barangnya bisa bagus banget padahal bukan designer item… keep looking on instagram..style yang okeh, model yang kita suka.. buat referensi tapi selalu inget yah looking bukan langsung beli 😀

Leave a reply

Comment